Supervba: Kata-Kata Motivasi
Showing posts with label Kata-Kata Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Kata-Kata Motivasi. Show all posts

Sunday, 28 July 2019

Hidup Cuma Sekali, Begini Cara Meningkatkan Kualitas Diri

Cara Meningkatkan Kualitas Diri

Hidup cuma sekali, begini cara meningkatkan kualitas diri. Hidup hanya satu kali, kalimat itu pastilah sering sekali kamu dengar. Sialnya, itu bukan hanya isapan jempol semata, melainkan memanglah hal nyata.

Ya, hidup ini hanya sekali, jadi tidak akan bisa diulangi. Mungkin sejatinya Tuhan ingin menegaskan pada manusia agar menjadi pribadi yang sebaik-baiknya dalam kehidupan yang sekali dan singkat ini.


Begini Cara Meningkatkan Kualitas Diri

Apakah kamu pernah merasa hidupmu begini-begini saja? Atau justru merasa kalau hidupmu penuh dengan hal buruk, tidak sesuai keinginan dan sebagainya?

Sebelum ada penyesalan, ayo ubahlah hal tersebut sekarang juga. Langkah pertama untuk membuat hidupmu lebih bermakna adalah dengan meningkatkan kualitas dirimu.

Bisa saja, selama ini hidupmu begini-begini saja karena kamu memang berada di zona nyaman dan tidak mau mengupgrade diri.

Begini cara meningkatkan kualitas diri, simak sampai selesai, ya!

Temukanlah Passionmu

Melakukan sesuatu berdasarkan keterpaksaan, meski mungkin menghasilkan banyak uang, apakah membuatmu bahagia? Kamu pasti akan separuh-separuh menjawabnya. Kalau sudah begini, kamu pun akan cenderung malas untuk meningkatkan kualitasmu karena kamu tidak benar-benar menyukai apa yang dikerjakan.

Yang kamu butuhkan adalah passion! Pernah dengar istilah ini, bukan? Passion adalah sesuatu yang saat kamu melakukannya, maka itulah dirimu. Kamu benar-benar menikmati, mencintai, dan senang bahkan sampai lupa waktu.

Runut kembali apa yang menjadi hobimu. Bisa jadi, di situlah passionmu berada. Setelah menemukannya, kamu hanya tinggal mendalami, belajar lagi dan lagi.

Bukan tidak mungkin, suatu saat passion ini akan menjadi ladang bagimu untuk menghasilkan uang. Selain itu, kualitas diri pun akan semakin meningkat karena kamu benar-benar ingin tahu dan ingin belajar. Bagaimana, kurang menyenangkan apa cara meningkatkan kualitas diri yang satu ini?

Lakukanlah Tindakan Nyata

Meningkatkan kualitas diri butuh sebuah tindakan nyata. Tanpa hal itu, bagaimana kamu akan tahu seberapa berkualitasnya dirimu?

Bukan bicara tentang betapa wah dan fantastis hasilnya, ya. Tapi, lebih pada bagaimana kamu konsisten dan gigih dalam mewujudkannya. Misalnya saja, ketika kamu merasa bahwa fotografi adalah hobi dan passionmu, maka lakukanlah itu dalam tindakan.

Tidak ada alasan yang cukup kuat untuk menghalangi ketika kamu sudah berniat untuk meningkatkan kualitas diri. Sekalipun pekerjaan utamamu bukan di bidang fotografi, kamu akan tetap meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi itu sejalan dengan peningkatan kualitas dirimu. Bagaimana, setuju?

Cukupkanlah Keluhanmu

Cara meningkatkan kualitas diri yang paling ampuh selanjutnya adalah yang satu ini. Setiap manusia pasti akan diberi rintangannya sendiri-sendiri dalam hidup ini. Termasuk dalam perjalananmu untuk meningkatkan kualitas diri, pasti akan diuji.

Kuncinya hanya satu, atasilah hambatan itu jika memang kamu ingin menjadi pribadi yang berkualitas. Mengeluh tidak akan menyelesaikan semuanya, justru akan menambah bebanmu semakin berat saja. Karena itu, berhentilah mengeluh saat konsistensimu terhambat.

Renungkan dan cari penyebabnya, kemudian carilah solusinya. Itu adalah bagian dari kualitas diri yang baik, bukan?

Lakukanlah Me-Time

Ini juga salah satu cara agar kualitas dirimu meningkat, lho, jangan diabaikan, ya. Me-time atau meluangkan waktu untuk dirimu sendiri sangat penting untuk kesehatan mentalmu.

Saat me-time, matikan gadget dan fokus pada kegiatan yang bermanfaat yang kamu sukai. Membaca buku atau meditasi misalnya. Sebaiknya, lakukan ini di pagi hari sebelum kamu memulai aktivitas. Ini akan membuat mood-mu menjadi semakin baik dan menjaga emosimu sampai malam hari.

Bagaimana, sudah punya waktu me-time sehari-hari?

Pintarlah Memilih Lingkungan

Cara meningkatkan kualitas diri selanjutnya adalah dengan pintar-pintar memilih lingkungan. Teman atau komunitas dan lingkungan yang mengungkungmu bisa jadi meningkatkan kualitas dirimu atau sebaliknya. Semua itu tergantung pada lingkunganmu seperti apa.

Jika kamu bisa memilih lingkungan ataupun pergaulan yang positif, maka kamu akan lebih bisa meningkatkan kualitas dirimu. Sebaliknya, jika kamu terjerumus dalam lingkungan yang negatif, maka kualitas diri pun akan sama dengan apa yang ada di lingkungan tersebut.

Memang benar adanya, berteman dengan pandai besi akan terciprat bara api, dan berteman dengan penjual minyak wangi akan tertular wanginya.

Jangan Pernah Lelah Belajar

Nah, yang satu ini adalah tuntutan yang harus kamu penuhi. Bagaimana mungkin kualitas diri akan meningkat jika untuk belajar saja kamu malas?

Ilmu akan terus berkembang dinamis, kamu pun harus mengikutinya. Contoh kecil misalnya, jika kamu seorang guru. Zaman sekarang, tentu metode pembelajaran semuanya berbasis teknologi, beda dengan zaman dahulu. Jika kamu tidak mau mengimbanginya dan belajar lagi tentang teknologi dalam dunia pendidikan ini, bagaimana kamu bisa jadi guru yang baik?

Begitu pula dengan bidang-bidang lainnya. Kualitas diri akan semakin meningkat jika kamu mau terus belajar.

Nah, itulah cara meningkatkan kualitas diri yang bisa kamu coba. Bagaimana, siap menjadi individu yang lebih baik lagi bukan, di kehidupan yang sekali jalan ini?

Penulis : Dyah
Foto Ilustrasi : idntimes.com
Editor : Admin

Artikel ini telah disunting sebagian oleh Admin. Namun konten artikel ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab dari Penulis.

Saturday, 27 July 2019

Mulai Bosan? Ini Tips Agar Kerja Selalu Semangat

Tips Agar Kerja Selalu Semangat

Kerjaan sudah mulai bikin bosan? Ini tips agar kerja selalu semangat! Bekerja memang menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Dengan bekerja, penghasilan pun akan didapat sehingga kebutuhan hidup bisa terpenuhi.

Tapi, tidak jarang ya, pekerjaan kadang menimbulkan suatu kebosanan atau sering disebut dengan istilah titik jenuh. Suasana yang begitu-begitu saja, pekerjaan yang tidak ada habisnya, seolah menguras seluruh tenaga dan pikiran.


5 Tips Agar Kerja Selalu Semangat

Pernahkah kamu mengalami masalah serupa? Atau justru saat ini sedang berada pada titik jenuh pekerjaanmu?

Untuk mencari angin segar yang baru, kamu tidak harus resign dari pekerjaanmu yang sekarang, kok! Ingat, cari pekerjaan di zaman ini susah bukan main, lho!

Karenanya, kamu hanya perlu menerapkan tips agar kerja selalu semangat berikut ini. Simak sampai selesai, ya!

Awali dengan Secangkir Kopi

Bukan hanya filosofi, tapi kopi memang benar-benar bisa memicu semangatmu. Saat kamu malas bangun pagi, malas pergi ke kantor, atau malas sekali menyelesaikan pekerjaanmu, berhenti dulu! Nikmatilah secangkir kopi hangat sebelum memulai semua itu.

Diketahui, secangkir kopi atau teh di pagi hari bisa membangkitkan mood dan membuat suasana hatimu lebih menyenangkan. Tubuh yang masih lesu dan mengantuk pun akan terusir oleh kopi atau teh yang menghangatkan tenggorokan.

Kalau kamu sedang penat-penatnya, kamu bisa menyeduh teh hijau atau teh hitam yang dicampur madu dan lemon. Aroma lemon dan madu yang berbaur menjadi satu, bisa sekali mengatasi pikiranmu yang kacau atau suntuk karena beban kerjaan.

Bagaimana, tips agar kerja selalu semangat yang satu ini pasti kamu suka, ‘kan?

Tidak Ada Salahnya Membuat Target

Saat semangat kerja benar-benar sedang menurun, maka ingatlah kembali target yang ingin kamu capai. Sebelum mengingat, tentu kamu harus membuat target tersebut lebih dulu. Tuliskan keinginan-keinginan yang ingin kamu dapatkan dengan pekerjaanmu sekarang.

Tidak ada salahnya menuliskan targetmu, terlepas dari anggapan bahwa kamu terlalu ambisius atau bahkan terlalu muluk. Untuk semangat yang sedang down begini, bisa jadi target mulukmu itulah yang akan membantumu bangkit.

Target masing-masing orang tentunya berbeda-beda, ya! dan yang perlu kamu lakukan adalah menuliskannya. Jangan salah, target inilah yang akan membakar kembali semangat dalam dirimu. Seperti penyemangat alami yang tiba-tiba terngiang kembali ketika kamu memikirkan untuk berhenti bekerja, maka andalkanlah targetmu.

Jadi, kamu sudah menentukan berapa target sebagai tips agar kerja selalu semangat?

Pikirkanlah: untuk Siapa Kamu Bekerja?

Ini juga tips paling ampuh untuk mengusir segala penatmu terhadap pekerjaan. Selain untuk menyejahterakan diri sendiri, tentu ada juga orang-orang yang menjadi alasanmu untuk tetap bekerja.

Pikirkanlah mereka saat semangatmu mulai lemah. Jika kamu adalah tulang punggung keluarga, maka ingatlah istri dan anak-anakmu setiap kamu bekerja. Ini akan menjadi penyemangat dan dorongan dalam diri alih-alih kamu sedang melaksanakan kewajiban. Keinginanmu untuk membahagiakan mereka adalah alasan terkuat kenapa sampai saat ini kamu masih bertahan, misalnya.

Jika kamu adalah seorang anak, maka pikirkanlah kedua orangtua. Meski tidak mengharap apa-apa darimu, setidaknya mereka ingin melihat bahwa kamu sudah bisa berdiri di atas kakimu sendiri. Sederhana, namun itulah harapan keduanya.

Jika kamu tidak memiliki siapa-siapa yang menjadikan alasan untukmu bekerja, maka ingatlah dirimu sendiri. Kamu juga butuh biaya hidup, bukan? Biaya beli kuota, beli ini-itu, siapa yang akan memberimu kalau kamu bermalas-malasan seperti itu? Tips agar kerja selalu semangat yang satu ini memang selayaknya kamu coba, lho!

Ingatlah Tagihan yang Harus Dibayar

Selain mengingat orang-orang yang menjadi alasanmu untuk bekerja, maka yang satu ini juga tidak boleh dilupakan: tagihan. Bayar air, listrik, cicilan rumah, motor, mobil, dan sebagainya adalah alasan yang cukup untuk menjadikanmu tetap semangat bekerja.

Semua kebutuhan yang kamu gunakan sehari-hari tidak gratis, ya! Siapa yang akan membayar tagihannya jika kamu malas bekerja? Semuanya, mulai dari hal terkecil seperti makan haruslah menggunakan uang.

Salah satu cara untuk mendapatkan uang adalah dengan bekerja. Ketika semangatmu menurun, ingatlah semua tagihan dan kebutuhan yang harus kamu bayar dengan uang. Bagaimana, setuju?

Bergaul dengan Para Pekerja Keras

Tips agar kerja selalu semangat berikutnya adalah yang satu ini. Ya, teman atau komunitas adalah hal yang akan paling mempengaruhimu. Maka, jika kamu bergaul dengan orang-orang yang ogah-ogahan dalam bekerja, jangan salah kalau kamu juga jadi ketularan malasnya.

Sebaliknya, bergaullah dengan para pekerja keras. Di samping mereka, kamu akan malu kalau kamu terlihat malas. Sikap yang giat dan visioner mereka bisa juga menular padamu dan memompa lagi semangat kerja.

Nah, itulah beberapa tips agar kerja selalu semangat yang bisa kamu terapkan. Bagaimana, masihkah kamu malas dan down semangatnya? Ayo, banyak hal yang menunggumu di depan sana, jangan bermalas-malasan saja!

Penulis : Dyah
Foto Ilustrasi : entrepreneurcamp.id
Editor : Admin

Artikel ini telah disunting sebagian oleh Admin. Namun konten artikel ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab dari Penulis.

Pintar atau Cerdas, Bagus Mana? Ini Dia Cara Jadi Pintar dan Cerdas

Cara Jadi Pintar dan Cerdas

Pintar atau cerdas, bagus mana? Ini dia cara jadi pintar dan cerdas! Apakah kamu berpikir bahwa menjadi pintar atau cerdas itu sulit? Sebagian orang mungkin mempunyai pemikiran bahwa kepintaran atau kecerdasan itu adalah faktor genetik.

Memang sih, faktor tersebut ada pengaruhnya juga. Namun, faktor eksternal seperti belajar terus menerus, pelatihan dan sebagainya juga bisa membuat seseorang menjadi cerdas.


6 Kunci Menjadi Pintar dan Cerdas

Kamu sudah bosan dibanding-bandingkan dengan mereka yang selalu menyabet peringkat atau IPK bagus? Pengin juga pasti kan, menjadi pintar dan cerdas sehingga dikagumi banyak orang? Nah, simak cara jadi pintar dan cerdas berikut ini sampai selesai, ya!

Kuncinya Ada Pada Ingatan

Salah satu cara ini bisa membuatmu lebih cerdas dan pintar. Benar sekali, rupanya kunci kecerdasan dan kepintaran seseorang itu terletak pada seberapa tajam ingatan mereka. Jangan berdalih dengan alasan pelupa dan sebagainya lagi, ya. Kamu harus sering mengingat-ingat hal-hal yang sudah diperoleh, khususnya hal-hal baru. Kalau kamu memang pelupa, maka buatlah catatan kecil untuk mengingatnya.

Bagi kamu yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, tentu cara ini bisa dilakukan dengan mengulang pelajaran yang sudah diperoleh. Dengan mengingat, otak akan bekerja lebih cepat sehingga kamu bisa lebih pintar dan cerdas.

Ingatan juga bisa dikembangkan dengan suara, sentuhan, atau pun pandangan, tergantung kamu lebih suka yang mana. Bagaimana menurutmu cara jadi pintar dan cerdas yang satu ini? Mudah dipraktikkan, bukan?

Gunakanlah Tiga Konsep Ini

Sudah tahukah kamu bahwa otak dapat bekerja dengan optimal dengan menggunakan tiga konsep ini? Khususnya dalam kegiatan mengingat dan menghindari lupa, kamu harus tahu tiga konsep tersebut yakni imajinasi, asosiasi dan lokasi.

Dengan imajinasi, otak akan berpikir dengan leluasa dan mendeskripsikan apa yang sedang dibaca. Karena itulah, saat membaca novel atau cerita yang membutuhkan imajinasi, kamu lebih mudah mengingatnya, bukan?

Begitu pula dengan asosiasi dan lokasi. Asosiasi adalah teknik yang menghubungkan sesuatu hal dengan hal lainnya. Misalnya saja, dengan menggunakan singkatan dan memainkan imajinasi. Sebagai contoh dari asosiasi ini adalah singkatan rumus-rumus atau istilah panjang, seperti Dasa Dharma Pramuka yang disingkat menjadi Tacipaparerahadibesu. Dengan langkah seperti ini, otak akan lebih mudah mengingat dan menjadi salah satu cara jadi pintar dan cerdas yang ampuh.

Selanjutnya adalah lokasi. Ini juga hal yang bisa memicu ingatan dan otak supaya lebih cerdas. Biasanya, di suatu tempat atau lokasi tertentu, tersimpan memori tersendiri. Karena itu, kamu jadi lebih bisa mengingat dengan cepat saat melihat atau berkunjung kembali ke tempat tersebut.

Makanlah Makanan Bergizi

Makanan memang berpengaruh pada apa saja, ya, termasuk juga salah satu cara jadi pintar dan cerdas. Selain faktor eksternal, faktor internal pun perlu diperhatikan, makanan adalah salah satunya.

Untuk bisa menjadi cerdas dan pintar, tentu kamu harus memperhatikan apa yang kamu makan. Usahakan untuk selalu makan makanan bergizi yang kaya dengan omega 3 dari minyak ikan. Selain itu, protein dan vitamin B kompleks. Kandungan tersebut akan membantu merangsang otak untuk bekerja lebih baik lagi. Kamu bisa mengonsumsi ikan, sayuran, sereal, beras merah, buah-buahan, juga kacang-kacangan untuk dapat kandungan ini.

Cobalah untuk Bermeditasi

Kamu ingin lebih pintar dan cerdas? Ternyata, meditasi adalah salah satu caranya. Berdasarkan penelitian dari Cambridge University, meditasi bisa membuat otak lebih cerdas, pintar dan tajam.

Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa sebaiknya kamu rutin bermeditasi selama 15 menit setiap harinya untuk menenangkan pikiranmu. Caranya juga beragam ya, sesuaikan dengan apa yang kamu suka saja. Misalnya dengan yoga, mengatur pernapasan, menatap lilin di ruangan yang tenang, dan sebagainya.

Bagaimana, apakah meditasi juga sudah menjadi hobimu?

Rajinlah Membaca dan Berhitung

Cara jadi pintar dan cerdas selanjutnya adalah yang satu ini. Rajin membaca dan menghitung sebenarnya cara ampuh untuk meningkatkan kecerdasan otakmu, lho!

Alih-alih menggunakan kalkulator, biasakanlah diri untuk berhitung menggunakan cara manual dan otak. Menghitung pengeluaran sehari-hari adalah contoh kecilnya. Siapa sangka kalau itu bisa membuat otak jadi lebih cerdas?

Selain berhitung, kamu juga harus membiasakan diri untuk membaca. Paling tidak, setiap hari luangkan waktu sepuluh menit saja untuk mulai membaca. Dengan membaca, otak akan mendapatkan pengalaman baru dan membuatnya selalu aktif berpikir. Yuk, baca dan hitung mulai sekarang!

Menjelaskan Pada Orang lain

Benar sekali, apa-apa yang baru saja kamu pelajari atau dapatkan, jelaskanlah pada orang lain. Ini merupakan cara jadi pintar dan cerdas yang tidak terlihat, lho!

Dengan menjelaskan ulang, memori pikiranmu juga akan dipaksa untuk mengingat ulang. Dengan begini, otak akan semakin cerdas dan pintar.

Nah, itulah beberapa cara jadi pintar dan cerdas yang bisa kamu terapkan. Bagaimana, apakah kamu sudah siap mencoba? Semoga bermanfaat!

Penulis : Dyah
Foto Ilustrasi : astaga.com
Editor : Admin

Artikel ini telah disunting sebagian oleh Admin. Namun konten artikel ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab dari Penulis.

Tua Tidak Berarti Dewasa, Ini Ciri-ciri Kedewasaan Seseorang

Ini Ciri-ciri Kedewasaan Seseorang

Tua tidak berarti dewasa, ini ciri-ciri kedewasaan seseorang. Pernah mendengar istilah bahwa usia bukanlah tolok ukur dari kedewasaan seseorang? Benar sekali!

Dewasa lebih tepatnya adalah sebuah sikap dari kematangan seseorang baik itu secara fisik, psikis, rohani, dan sebagainya. Karena itulah, untuk mencapai kedewasaan tidak dibutuhkan tingkatan usia.

Kadang, ada orang yang dari usianya sudah matang, namun sikapnya belum dewasa. Sebaliknya, ada juga yang masih muda usianya, tapi kedewasaannya sudah demikian kentara.


Ciri-ciri Kedewasaan Seseorang

Nah, kalau kamu mau menilik sedewasa apakah dirimu, yuk tengok dulu ciri-ciri kedewasaan seseorang berikut ini!

Bisa Memilah yang Baik dan yang Buruk

Meski kedengarannya sepele, tapi tidak semua orang bisa memilih mana yang baik atau buruk untuk dirinya sendiri. Kabar baiknya, kamu yang tahu pasti mana yang terbaik untukmu adalah kamu yang benar-benar sudah berpikir dewasa.

Benar sekali, pemikiran dewasa akan membuatmu berhati-hati dalam memilih langkah atau pun mengambil keputusan. Sikap dewasamu akan mengantisipasi supaya kamu tidak terburu-buru memilih sesuatu. Kamu benar-benar akan mempertimbangkan dulu apakah itu memang baik untukmu, atau sebaliknya.

Ini tentunya berlaku untuk semua hal ya, seperti pekerjaan, pasangan, gaya hidup dan sebagainya. Ciri-ciri kedewasaan seseorang adalah dengan berhati-hati di awal dan penuh pertimbangan, dibandingkan menyesal di belakang nanti. Gegabah tidak termasuk di dalamnya.

Bagaimana, apakah kamu sudah bisa memilih mana yang baik atau tidak untuk dirimu?

Berpikir Kritis, Bertindak Rasional

Selain bisa memilih mana yang baik dan buruk, seseorang yang dewasa juga akan mampu berpikir kritis. Dalam setiap keadaan, kamu tidak akan memandangnya dari satu sisi saja.

Pikiran yang tajam, kritis dan dewasa akan membuatmu memandang hal dari banyak sisi. Jadi, kamu tidak akan buru-buru menjatuhkan sikap atau mengambil langkah dengan pemikiran yang dangkal.

Setelah semuanya dikritisi, baru lah kamu akan memutuskan tindakan apa yang tepat. Karena sudah dipikirkan dengan matang dan keras, maka tindakanmu pun akan menjadi sebuah tindakan yang rasional.

Ciri-ciri kedewasaan seseorang yang satu ini terlihat sekali pada emosi seseorang. Orang yang belum dewasa, bisa mudah sekali marah karena tidak mau berpikir kritis terhadap perkara yang memancing amarahnya itu. Kemudian, sikap tidak rasional yang merugikan pun bisa terjadi. Beda dengan orang yang sudah dewasa yang cenderung bisa mengontrol emosinya.

Selalu Bisa Bertanggung Jawab

Jangan mengaku sudah dewasa jika masih sering lari dari tanggung jawab. Alih-alih dewasa, itu justru adalah hal yang menunjukkan bahwa kamu belum menjadi pribadi yang matang.

Orang yang berpikiran dewasa tidak akan meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja. Bagaimana pun tidak diinginkannya sesuatu yang terjadi, dia tetap akan bertanggung jawab. Bukan hanya karena sudah menjadi kewajiban, namun perasaan bersalah juga akan terus menghantui jika tanggung jawab itu ditinggalkan.

Tanggung jawab pekerjaan, tugas kuliah, peran di rumah sebagai keluarga, semua bisa kamu laksanakan dengan baik. Tentu bukan hal yang ringan, tapi kamu juga tidak akan menganggap itu sebagai beban.

Jika ciri-ciri kedewasaan seseorang yang satu ini sudah bisa kamu rasakan, maka selamat! Kamu memang sudah bisa dikatakan dewasa.

Menjadi Pribadi Mandiri dan Menyenangkan

Menjadi dewasa artinya menjadi mandiri. Dalam tahap ini, kamu sudah mempunyai pemikiran bahwa kamu tidak bisa selamanya bergantung pada orangtua. Karena itu, kamu mulai bekerja dengan rajin, bertanggung jawab, bahkan memilih untuk hidup mandiri.

Sebaliknya, pribadi yang tidak dewasa merasa semua itu tidak perlu. Meski umurnya sudah cukup matang, namun merasa masih berhak hidup di bawah ketiak orangtua.

Ciri-ciri kedewasaan seseorang juga menjadi pribadi yang ramah dan menyenangkan. Pemikiranmu yang dewasa dan kritis tadi, akan membuatmu mampu mengontrol emosi dalam diri. Sehingga, aura yang dipancarkan adalah aura yang menyenangkan dan ramah.

Orang-orang akan betah berada di sekitarmu dan merasa nyaman. Apakah kamu sudah bisa menjadi pribadi yang mandiri dan menyenangkan seperti itu?

Bisa Menyelesaikan Masalah dengan Bijak

Seseorang yang dewasa tidak luput dari masalah. Bedanya, kamu bisa menyikapinya dengan dewasa pula. Artinya, kamu bisa menyikapi masalah tersebut dengan baik, dengan melihat dulu sisi baik dan buruknya.

Kalau sudah begitu, kamu pun akan mampu menemukan solusi yang pas dengan pemikiran yang jernih. Tidak ada lagi solusi asal yang justru akan membawamu pada penyesalan karena kamu memandang masalah tersebut dengan kusut masai.

Bersikap Jujur

Jujur adalah ciri-ciri kedewasaan seseorang yang mutlak. Sifat ini seharusnya memang ada dalam diri masing-masing individu. Namun, di era ini orang yang jujur bisa dikatakan sedikit sekali.

Jika kamu dewasa, maka kamu akan bisa jujur pada dirimu sendiri, pada orang lain, saat sepi, saat ramai, dan dalam keadaan apa pun.

Nah, itu dia ciri-ciri kedewasaan seseorang yang bisa kamu lihat. Bagaimana, kamu sudah memiliki semua ciri-ciri tersebut?

Penulis : Dyah
Foto Ilustrasi : idntimes.com
Editor : Admin

Artikel ini telah disunting sebagian oleh Admin. Namun konten artikel ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab dari Penulis.

Friday, 12 July 2019

Apakah Pendidikan Tinggi Menjamin Kesuksesan Karir? Begini Faktanya!

Apakah Pendidikan Tinggi Menjamin Kesuksesan Karir

Apakah kamu berpikir bahwa dengan mengenyam pendidikan yang tinggi maka kesuksesan karir akan bisa kamu raih? Jawabannya, bisa ya bisa juga tidak.

Kenapa begitu? Kalau melihat fakta di lapangan sekarang ini, berapa banyak orang yang berpendidikan tinggi tapi hanya menganggur saja? Apakah ini hanya karena faktor sempitnya lapangan pekerjaan? Kalau begitu, kenapa juga banyak orang yang pendidikannya tidak tinggi namun sukses dalam karirnya?

Nah, sudah ketemu ‘kan, jawabannya? Nyatanya, apakah pendidikan tinggi menjamin kesuksesan karir adalah satu dari sekian faktor yang mendukungnya. Jadi, kamu yang belum bisa mengenyam pendidikan tinggi, tidak perlu berkecil hati.

Apakah Pendidikan Tinggi Menjamin Kesuksesan Karir?

Untuk kamu yang sudah bergelar banyak titel pun, jangan bersantai-santai. Nasib baik datang bukan hanya dari gelar, tapi juga dari fakta-fakta berikut ini.

Semangat dan Kerja Keras Masih Jadi Kunci Utama

Faktanya, pendidikan tinggi bukan sebuah hal yang dapat membawamu pada kesuksesan karir tanpa dua kunci utama ini. Ya, semangat dan kerja keras. Tanpa kedua hal ini, gelarmu yang panjang itu sungguh tidak akan ada artinya.

Dalam dunia pekerjaan, kamu akan dituntut untuk bekerja sama kerasnya bahkan dengan mereka yang mungkin saja pendidikannya lebih rendah darimu. Meski berada di divisi yang berbeda, tapi bukan tidak mungkin mereka yang bekerja keras bisa mengunggulimu.




Atasan kerja tidak akan melihat seberapa tinggi pendidikanmu, mereka akan melihat bagaimana pekerjaanmu. Semangat, atau justru malas-malasan. Etos kerja dan integritas adalah hal yang bisa mengantarkanmu ke jenjang sukses. Kedua hal ini harus didorong oleh semangat yang tinggi supaya kamu tidak tumbang di tengah jalan.

Bagaimana kamu bisa sukses tanpa kerja keras, dan bagaimana kamu bisa bekerja keras tanpa semangat? Jadi, apakah pendidikan tinggi menjamin kesuksesan karir? Jawabannya tidak tanpa kedua hal ini.

Yang Bergelar Akan Kalah dengan yang Ulet

Tidak percaya dengan pernyataan ini? Buktikan saja sendiri! Selain semangat dan kerja keras, satu hal yang akan mengantarkanmu pada kesuksesan adalah keuletan dan ketekunanmu sendiri. Contoh kecilnya, jika kamu belajar berwirausaha sendiri.

Kamu boleh berbekal gelar yang tinggi dan memulainya (berwirausaha). Tapi, tanpa adanya keuletan, kesabaran dan ketekunan yang optimal, usahamu tersebut pasti akan tumbang.

Perlu kamu ketahui bahwa keuletan ini mungkin tidak kamu pelajari di bangku pendidikan. Karenanya, hal ini muncul dari dalam dirimu sendiri. Jadi, jangan kaget jika kamu lihat mereka yang minim pendidikan namun bisa sukses usahanya. Mungkin saja mereka punya keuletan yang lebih daripada kamu.




Gelar Hanya Mengantarmu Sampai Gerbang Wawancara

Apakah pendidikan tinggi menjamin kesuksesan karir? Kamu pasti sudah sedikit banyak memiliki gambaran, ya. Sejujurnya, ijazah dan gelar yang kamu miliki saat ini hanya akan mengantarmu sampai pada gerbang wawancara kerja saja.

Memang, pekerjaan sekarang selalu mencantumkan kualifikasi. Ijazahmu mungkin mampu memenuhi kualifikasi tersebut dan berhasil membuatmu diterima kerja.

Namun, setelahnya, hal utama yang akan dinilai dari dirimu adalah etos kerja dan bukan gelar atau ijazah. Jadi, tanpa etos kerja yang baik, jangan harap ijazahmu bisa membawa kesuksesan karir yang tinggi untukmu.

Imbangilah dengan etos yang baik, profesionalitas yang maksimal, dan intelegensi yang terus diupgrade. Pasti, karirmu akan segera melejit!




Yang Bertahan Adalah yang Berdedikasi Tinggi

Mungkin kamu sudah melihat banyak fakta di lapangan tentang sebagian orang yang bersusah payah mendapatkan gelar dan ijazah yang tinggi. Jika kamu belum mampu untuk melakukan hal itu, tidak perlu minder.

Faktanya, orang-orang yang akan bertahan dari hantaman keras dalam hidup ini, dalam dunia kerja contoh kecilnya, tidak selalu orang-orang yang punya gelar tinggi. Justru, posisi tersebut diisi dengan mereka yang punya dedikasi tinggi.

Jadi, apakah pendidikan tinggi menjamin kesuksesan karir? Jawabannya adalah tidak, ketika kamu tidak memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan tersebut.

Bagaimana setelah membaca ulasan di atas, apakah kamu sudah berubah pikiran? Apakah kamu masih menganggap bahwa ijazah dan gelar tinggi adalah segalanya? Apakah pendidikan tinggi menjamin kesuksesan karir? Simpulkan sendiri dan perbarui lagi niatmu untuk bekerja dengan memupuk kualitas diri yang baik. Semoga bermanfaat!


Foto Ilustrasi : ruangmahasiswa.com

Penulis : Dyah

Editor : Admin

Artikel ini telah disunting sebagian oleh Admin. Namun konten artikel ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab dari Penulis.

Printer

3R

Teknologi