Unik, Kreatif Banget ! Bukan tanaman Hidroponik tapi Tanaman Gantung ini disiram dengan Sistem Fertigasi

Unik, Kreatif Banget ! Bukan tanaman Hidroponik tapi Tanaman Gantung ini disiram dengan Sistem Fertigasi

Salah satu cara melakukan penghijauan di sekolah adalah dengan menanam tanaman gantung. Tanaman diletakkan pada pot dengan diameter mulut pot sekitar 15 cm. Lantas pot itu digantung di lokasi yang sudah ditentukan misalnya pada lisplank bangunan sekolah.

Tanaman gantung layaknya tanaman lainnya perlu dirawat supaya tumbuh hijau, subur dan berbunga. Kendala selama ini pada perawatan tanaman gantung di sekolah adalah pada penyiramannya. Posisi tanaman gantung yang lumayan tinggi menjadi masalah utama dalam penyiraman. Apalagi jika kita meminta siswa untuk membantu menyiram tanaman gantung ini. Jelas mereka akan mengeluh kesusahan saat menyiram tanaman bunga gantung tersebut. Belum lagi jika jumlah bunga gantung yang terpasang lumayan banyak. Walhasil perawatan tanaman bunga gantung dikhawatirkan kurang maksimal.

Berdasarkan sedikit pengalaman selama menggeluti cara bercocoktanam Hidroponik maka terpikir untuk membuat penyiraman tanaman bunga gantung dari manual menjadi otomatis. Jika sebelumnya tanaman gantung disiram secara manual oleh tangan-tangan siswa dan penjaga sekolah. Maka kalau menggunakan penyiraman otomatis, kita cukup menyalakan pompa dan tanaman gantung akan otomatis tersiram dengan sendirinya. Sistem Hidroponik yang cocok untuk penyiraman tanaman gantung ini adalah Sistem fertigasi (Sistem Irigasi Tetes).

Tanaman bunga Gantung Sistem Fertigasi Hidroponik
Tanaman Gantung Sistem Fertigasi Hidroponik

Apa itu Hidroponik?

Sebelum lanjut, ada baiknya jika kamu mengetahui apa itu Hidroponik?. Hidroponik adalah cara bercocoktanam dengan air tanpa tanah (soil less). Pada hidroponik, ada beberapa sistem bercocoktanam yang bisa diterapkan mulai dari skala hoby sampai skala bisnis. Dari semua sistem bertanam Hidroponik itu, Sistem fertigasi adalah salah satunya.

Sistem fertigasi Hidroponik

Sistem fertigasi sering disebut pula Penyiraman Sistem Tetes. Sistem fertigasi merupakan salah satu cara menanam yang dilakukan oleh penggiat dan pebisnis Hidroponik. Sistem fertigasi dalam hidroponik kebanyakan diterapkan pada tanaman buah seperti tomat, paprika & strawberry. Pada system fertigasi, tanaman disiram menggunakan bantuan pompa.




UNIK, KREATIF BANGET ! BUKAN TANAMAN HIDROPONIK TAPI TANAMAN GANTUNG INI DISIRAM MENGGUNAKAN SISTEM FERTIGASI

Perhatikan foto berikut!

Tanaman Bunga Gantung Sistem Fertigasi Hidroponik
Tanaman Gantung dengan penyiraman otomatis menggunakan Sistem Fertigasi
Apa saja yang bisa kamu perhatikan dari foto di atas?

Tanaman gantung itu bukan tanaman Hidroponik karena media tanamnya menggunakan tanah. Tanaman gantung itu berada sekitar 2,8 meter dari permukaan tanah/keramik. Tanaman gantung tersebut sudah BERHASIL disiram menggunakan Sistem FERTIGASI Hidroponik. Ya, penyiraman tanaman gantung itu sudah otomatis.

Bulan September ini Supervba berhasil menyelesaikan pemasangan Sistem Fertigasi pada tanaman gantung. Sistem Fertigasi hanya bertugas menyiram atau meneruskan air saja bukan pupuk atau nutrisi seperti Sistem fertigasi seharusnya di Hidroponik. Sistem fertigasi sudah diujicobakan pada 52 tanaman gantung dengan jarak masing-masing tanaman gantung pada lisplank sekitar 1,9 meter - 2 meter.



Cara kerja Sistem fertigasi pada tanaman gantung di Sekolah

Supaya lebih jelas mengenai cara kerja sistem fertigasi Hidroponik pada tanaman gantung ini maka sebaiknya perlu diketahui alat dan bahan yang diperlukan.

1. Tandon berupa profil tank
2. Pompa air (DAP/Pompa submersible)
3. Pipa PVC ½”
4. Sambungan pipa PVC ½” (Elbow ½” dll)
5. Klem pipa PVC ½” (bahan besi/plastic)
6. Stick Dripper 360 Circle
7. Selang PE 7 mm
8. Skrup ficher 2 cm/paku 3 cm
9. Stop kran ½”
10. Bor listrik
11. Bor obeng
12. Mata bor besi 6 mm



Baca jugaTutorial Memasang Instalasi Sistem Fertigasi Hidroponik Tanaman Gantung


Selanjutnya akan dipaparkan bagaimana cara kerja sistem fertigasi pada tanaman gantung di sekolah sesuai kondisi yang Supervba dapati.

1. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari

Penyiraman tanaman bunga gantung dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Penyiraman pada pagi hari dilakukan sebelum jam 07.00. Mengapa? Ini dilakukan karena biasanya profil tank saat itu terisi penuh. Sehingga tanpa dibantu pompa DAP pun sudah mampu menaikkan air setinggi 2 meter dan menyalurkannya ke semua pot tanaman bunga gantung dengan baik.

2. Air mengalir dari Stick Dripper

Air dari profil tank akan mulai mengalir ke sistem fertigasi tanaman gantung setelah stop kran sistem dibuka. Air akan mengalir melalui pipa-pipa pvc. Air diteruskan oleh Selang PE 7 mm dan keluar melalui celah-celah Stick Dripper. Jumlah tetesan air untuk tiap pot diatur supaya tidak berlebihan dan semua tanaman memperoleh air yang merata.

Di sini Supervba menggunakan Stick Dripper 360 Circle karena bersifat adjustable yaitu driper yang bisa diatur jumlah tetesannya (volume airnya). Caranya sangat mudah hanya dengan memutar kepala stick dripper ke kanan untuk memperkecil dan ke kiri untuk memperbesar. Supervba sangat menganjurkan kamu menggunakan model ini walaupun harganya lebih mahal dari yang biasa.

Stick Dripper 360 Circle pada Sistem Fertigasi Tanaman gantung
Stick Dripper 360 Circle pada Sistem Fertigasi Tanaman Bunga gantung

3. Penyiraman menggunakan daya dorong pompa DAP

Pada saat profil tank tidak penuh bisa saja air tidak mengalir ke semua pot tanaman. Sehingga perlu menggunakan pompa DAP sebagai bantuan.

4. Menggunakan Stop Kran

Untuk mengatur kapan memulai dan mengakhiri penyiraman maka dipasangi stop kran. Stop kran ini juga berfungsi menghindari supaya tanaman tidak tersirami terus menerus. Juga supaya aliran air lain tidak terganggu sehingga perlu buka-tutup stop kran.



Selain hal-hal di atas, berikut beberapa fakta lapangan terkait pemasangan Sistem fertigasi Bunga Gantung yang Supervba dapati di lokasi.

1. Sumber air/Tandon

Tandon yang digunakan berupa profil tank dengan kapasitas 1.100 liter. Tandon ini diletakkan pada lokasi dengan tinggi 1,3 meter. Saat penuh, tinggi air mencapai 2,5 meter (termasuk tinggi 1,3 meter tadi).

2. Posisi Pompa DAP jauh

Posisi pompa DAP terbilang jauh di belakang sekolah, samping WC. DAP diletakkan di tempat yang aman dari hujan di rumah DAP. Jika menghitung Panjang pipa yang menghubungkan DAP dengan sistem fertigasi maka jarak DAP dengan sistem fertigasi ini sekitar 22 meter. Ya, sangat jauh.

Walaupun posisi tandon dan pompa DAP jauh dengan Sistem Fertigasi tanaman gantung namun penyiraman bunga gantung secara otomatis berhasil dilakukan. Jadi, jika ada kendala saat kamu mencoba menerapkan sistem ini maka jangan menyerah dulu sebelum mencoba!

Untuk video dokumentasi penyiraman bunga gantung dengan sistem fertigasi Hidroponik akan dilampirkan di bawah sini namun menyusul ya sobat karena sementara di-edit dulu...

Video Dokumentasi Penyiraman Tanaman Gantung dengan Sistem Fertigasi Hidroponik

(cooming soon..)

Begitulah info unik dan keren mengenai tanaman gantung yang bukan tanaman Hidroponik tapi disiram secara otomatis menggunakan sistem Fertigasi Hidroponik. Semoga bermanfaat.

Hai..Terima kasih sudah membaca artikel Supervba. Masih banyak artikel menarik lainnya. Selamat menjelajah di Supervba. Jangan lupa subscribe/berlangganan, terima kasih.

×

Share this:

Reaksi:
Related Posts

Mr. VBA(id)

Author & Editor

Terima kasih sudah berkunjung. SuperVBA sangat bangga bisa menjadi bagian dari ceritamu hari ini.

Show Disqus Comment Hide comment

Disqus Comments

We are very glad that you are here

About Cookies:This website use cookies to ensure you get the best experiences i our website.