Supervba: Tanaman Gantung
Showing posts with label Tanaman Gantung. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Gantung. Show all posts

Thursday, 4 October 2018

Tutorial memasang instalasi Sistem Fertigasi Hidroponik Tanaman Gantung

Sistem Fertigasi Hidroponik Tanaman Gantung ditujukan untuk penyiraman. Dengan menggunakan Sistem Fertigasi ini tanaman bisa disiram secara otomatis baik secara gravitasi maupun dengan bantuan pompa. Sebelum membaca tutorial ini lebih lanjut ada baiknya kawan membaca postingan sebelumnya berjudul: Unik, Kreatif Banget ! Bukan Tanaman Hidroponik Tapi Tanaman Gantung Ini Disiram Dengan Sistem Fertigasi.

Sistem Fertigasi Hidroponik Tanaman Gantung
Sistem Fertigasi Hidroponik pada Tanaman Gantung

Postingan kali ini sebagai kelanjutan dari postingan tersebut. Supervba berharap dengan tutorial ini bisa membantu kawan-kawan untuk mencobanya.


Baca jugaUnik, Kreatif Banget ! Bukan Tanaman Hidroponik Tapi Tanaman Gantung Ini Disiram Dengan Sistem Fertigasi

Tutorial memasang instalasi Sistem Fertigasi Hidroponik Tanaman Gantung

Berikut garis besar alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat penyiraman otomatis untuk tanaman gantung menggunakan Sistem Fertigasi Hidroponik.
  • Tandon berupa profil tank
  • Pompa air (DAP)
  • Pipa PVC ½”
  • Sambungan pipa PVC ½” (Elbow ½” dll)
  • Klem pipa PVC ½” (bahan besi/plastic)
  • Stop kran ½”
  • Bor listrik/Palu
  • Bor Obeng
  • Skrup ficher 2-3 cm/paku
  • Mata bor tembok ukuran 4 mm
  • Mata bor besi ukuran 6 mm
Pengerjaan instalasi Sistem Fertigasi Tanaman gantung ini dilakukan oleh Guru dengan bantuan siswa-siswa. Jadi, selama siswa-siswa mengerjakan instalasi ini di bawah pengawasan guru.

Tahap-tahap Instalasi Sistem Fertigasi Tanaman Gantung

Nah, tahap-tahap instalasi sistem fertigasi tanaman gantung sebagai berikut.

1. Menyiapkan Tandon Air

Tandon diperlukan untuk menampung air yang akan digunakan dalam penyiraman. Tandon dapat dipilih sesuai kondisi. Pada tutorial ini menggunakan tandon berupa Profil Tank (PT) dengan kapasitas 1.100 liter. Tempatkan tandon pada posisi setinggi mungkin agar dapat memaksimalkan tekanan atau daya dorong air. Jika posisi air pada tandon lebih tinggi dari tanaman gantung tentu Sistem Fertigasi akan berjalan lebih optimal.

Contoh tandon berupa Profil Tank kapasitas 1.100 L

2. Instalasi Pompa


Pompa yang digunakan bisa berjenis pompa DAP maupun pompa celup. Jenis pompa disesuaikan dengan kondisi.


Pada ujicoba yang Supervba lakukan ini menggunakan 2 (dua) buah pompa DAP. Pompa utama digunakan untuk pengisian tandon. Sedangkan pompa kedua digunakan untuk pengisian tandon sekaligus pompa dorong untuk sistem fertigasi tanaman gantung. Lihat pompa DAP kecil pada gambar di bawah !.


Mengapa ujicoba ini memerlukan pompa dorong?

Pada ujicoba ini, Tandon/Profil Tank ditempatkan pada media setinggi 1,3 meter. Saat Profil Tank penuh maka tinggi air mencapai 2,5 meter. Sedangkan ketinggian pipa di lisplank bangunan adalah 2,8 meter. Meskipun posisi air saat tandon penuh lebih rendah (-0,3 meter) namun penyiraman bisa berlangsung dengan baik dan optimal.

Pompa dorong membantu penyiraman tanaman gantung untuk kondisi berikut.

  • Air di tandon kurang mencukupi sehingga tekanan oleh gaya gravitasi menjadi turun.
  • Menjangkau tanaman gantung pada jarak yang lebih jauh.
  • Menaikkan air ke pipa di lisplank pada lajur bangunan yang lebih jauh.

Instalasi Sistem fertigasi (Lajur Kanan)
Foto di atas memperlihatkan instalasi sistem fertigasi tanaman gantung di Lajur Kanan bangunan. Lajur ini berada pada jarak sekitar 50 meter dari tandon jika diukur berdasarkan panjang pipa yang menghubungkan keduanya. Lajur ini membutuhkan dorongan lebih apalagi saat profil tank tidak penuh. Sehingga selain gaya gravitasi juga butuh dorongan oleh pompa DAP.

3. Pasang instalasi pipa pada lisplank



Pipa berukuran ½ inch dipasang di seluruh lisplank yang ada tanaman gantungnya. Pipa ½ inch ditempelkan pada lisplank menggunakan klem pipa ½ inch berbahan besi dan skrup fischer 2-3 cm atau paku. Pada ujicoba ini Supervba memilih menggunakan skrup fischer supaya lebih mudah dibuka/dilepas jika sewaktu-waktu ada rehab bangunan.



Baca jugaPembelajaran menanam tanaman Hidroponik Kepada Siswa Sekolah



Untuk lisplank berbahan Eternit atau Fibersemen (GRC Board), pemasangan klem pipa menggunakan mata bor tembok 4 mm. Bor lisplank menggunakan mata bor 4 mm sedalam 0,5 cm kemudian pasang skrup fischer dengan panjang 2-3 cm menggunakan bor obeng.

Klem pipa 1/2' pada lisplank Eternit

Selain bor listrik, alat bantu yang bisa digunakan seperti obeng dan bor obeng.


4. Pasang Selang PE pada Pipa



Untuk memasang selang PE 7 mm diawali dengan membuat lubang pada pipa ½ inch menggunakan mata bor besi 6 mm. Pemasangan selang PE 7mm ini tidak menggunakan Nepple 7 mm melainkan langsung dimasukkan ke lubang bor. Setelah lubang berhasil dibuat, selang PE dimasukkan ke dalam lubangnya. Untuk memudahkan proses ini, ujung selang PE yang akan dimasukkan digunting sedikit dengan posisi miring. Jika masih kesulitan, dapat menggunakan bantuan benda lain misalnya gunting untuk bantu mendorong selang PE 7 mm supaya bisa masuk dengan sempurna.


Pemasangan selang PE dapat menggunakan neple dapat juga tidak. Pada ujicoba ini Supervba tidak menggunakan Neple 7 mm.


5. Pasang Stick Dripper pada Selang PE

Setelah selang PE 7 mm terpasang, selanjutnya memasang stick dripper untuk meneruskan air ke tiap-tiap tanaman gantung. Pasang stick dripper pada selang PE secara sempurna hingga mentok supaya tidak bocor.


6. Sambung instalasi pipa di lisplank dengan instalasi pipa dari tandon


Instalasi Sistem fertigasi (Lajur Kiri)

Setelah instalasi pipa di lisplank selesai terpasang, kemudian menyambungkannya dengan instalasi pipa dari sumber air. Di sini dipasangi stop kran ½ inch.


Baca jugaMenarik ! Mudahnya Membuat Lampion Dari Gelas Plastik Untuk Memperindah Sekolah


7. Uji coba penyiraman otomatis sistem fertigasi

Setelah semua instalasi sistem fertigasi selesai dipasang selanjutnya melakukan ujicoba. Ujicoba dilakukan untuk melihat dan memeriksa beberapa hal berikut.

  • Air dapat/tidak dapat naik ke instalasi pipa di lisplank.
  • Air keluar/tidak keluar dari stick dripper.
  • Ada/tidak ada kebocoran sambungan pipa termasuk pada stop kran.
  • Ada/tidak ada kebocoran sambungan pipa dengan selang PE.
  • Debit/jumlah tetesan air dari stick dripper merata/tidak merata
  • Air dapat menyiram semua tanaman gantung.


Air keluar dari Dripper
Ujicoba sistem bisa dikatakan berhasil saat air sudah terlihat keluar dari kepala Dripper.

8. Pengeleman sambungan pipa

Setelah memastikan instalasi sistem fertigasi tanaman bunga gantung berjalan baik maka sebaiknya setiap sambungan pipa direkatkan dengan lem.

9. Pengaturan jumlah tetesan/debit air

Setiap hari perlu diperhatikan jumlah tetesan/debit air yang keluar dari stick dripper. Ini bertujuan agar semua tanaman yang ada di bunga gantung bisa tersiram dengan baik dan tidak berlebihan.

Untuk lebih jelasnya bisa simak Video Tutorial memasang instalasi Sistem Fertigasi Hidroponik Tanaman Gantung berikut.

Cooming soon....

Saat ini instalasi sistem fertigasi yang sudah berjalan membentuk Huruf U. Jadi ada 3 lajur yaitu lajur kiri, tengah dan kanan. Namun air naik ke sistem melalui lajur kiri dan kanan bangunan. Lajur tengah hanya menerima kiriman air dari lajur kiri atau kanan.

Sistem Fertigasi Tanaman Gantung Lajur Tengah

Tutorial di atas disusun berdasarkan kondisi yang Supervba dapati saat ujicoba sistem. Dengan harapan bisa dijadikan referensi untuk instalasi. Silahkan kawan sesuaikan dengan kondisi yang ada di tempat masing-masing.

Wednesday, 26 September 2018

Unik, Kreatif Banget ! Bukan tanaman Hidroponik tapi Tanaman Gantung ini disiram dengan Sistem Fertigasi

Salah satu cara melakukan penghijauan di sekolah adalah dengan menanam tanaman gantung. Tanaman diletakkan pada pot dengan diameter mulut pot sekitar 15 cm. Lantas pot itu digantung di lokasi yang sudah ditentukan misalnya pada lisplank bangunan sekolah.

Tanaman gantung layaknya tanaman lainnya perlu dirawat supaya tumbuh hijau, subur dan berbunga. Kendala selama ini pada perawatan tanaman gantung di sekolah adalah pada penyiramannya. Posisi tanaman gantung yang lumayan tinggi menjadi masalah utama dalam penyiraman. Apalagi jika kita meminta siswa untuk membantu menyiram tanaman gantung ini. Jelas mereka akan mengeluh kesusahan saat menyiram tanaman bunga gantung tersebut. Belum lagi jika jumlah bunga gantung yang terpasang lumayan banyak. Walhasil perawatan tanaman bunga gantung dikhawatirkan kurang maksimal.

Berdasarkan sedikit pengalaman selama menggeluti cara bercocoktanam Hidroponik maka terpikir untuk membuat penyiraman tanaman bunga gantung dari manual menjadi otomatis. Jika sebelumnya tanaman gantung disiram secara manual oleh tangan-tangan siswa dan penjaga sekolah. Maka kalau menggunakan penyiraman otomatis, kita cukup menyalakan pompa dan tanaman gantung akan otomatis tersiram dengan sendirinya. Sistem Hidroponik yang cocok untuk penyiraman tanaman gantung ini adalah Sistem fertigasi (Sistem Irigasi Tetes).

Tanaman bunga Gantung Sistem Fertigasi Hidroponik
Tanaman Gantung Sistem Fertigasi Hidroponik

Apa itu Hidroponik?

Sebelum lanjut, ada baiknya jika kamu mengetahui apa itu Hidroponik?. Hidroponik adalah cara bercocoktanam dengan air tanpa tanah (soil less). Pada hidroponik, ada beberapa sistem bercocoktanam yang bisa diterapkan mulai dari skala hoby sampai skala bisnis. Dari semua sistem bertanam Hidroponik itu, Sistem fertigasi adalah salah satunya.

Sistem fertigasi Hidroponik

Sistem fertigasi sering disebut pula Penyiraman Sistem Tetes. Sistem fertigasi merupakan salah satu cara menanam yang dilakukan oleh penggiat dan pebisnis Hidroponik. Sistem fertigasi dalam hidroponik kebanyakan diterapkan pada tanaman buah seperti tomat, paprika & strawberry. Pada system fertigasi, tanaman disiram menggunakan bantuan pompa.




UNIK, KREATIF BANGET ! BUKAN TANAMAN HIDROPONIK TAPI TANAMAN GANTUNG INI DISIRAM MENGGUNAKAN SISTEM FERTIGASI

Perhatikan foto berikut!

Tanaman Bunga Gantung Sistem Fertigasi Hidroponik
Tanaman Gantung dengan penyiraman otomatis menggunakan Sistem Fertigasi
Apa saja yang bisa kamu perhatikan dari foto di atas?

Tanaman gantung itu bukan tanaman Hidroponik karena media tanamnya menggunakan tanah. Tanaman gantung itu berada sekitar 2,8 meter dari permukaan tanah/keramik. Tanaman gantung tersebut sudah BERHASIL disiram menggunakan Sistem FERTIGASI Hidroponik. Ya, penyiraman tanaman gantung itu sudah otomatis.

Bulan September ini Supervba berhasil menyelesaikan pemasangan Sistem Fertigasi pada tanaman gantung. Sistem Fertigasi hanya bertugas menyiram atau meneruskan air saja bukan pupuk atau nutrisi seperti Sistem fertigasi seharusnya di Hidroponik. Sistem fertigasi sudah diujicobakan pada 52 tanaman gantung dengan jarak masing-masing tanaman gantung pada lisplank sekitar 1,9 meter - 2 meter.



Cara kerja Sistem fertigasi pada tanaman gantung di Sekolah

Supaya lebih jelas mengenai cara kerja sistem fertigasi Hidroponik pada tanaman gantung ini maka sebaiknya perlu diketahui alat dan bahan yang diperlukan.

1. Tandon berupa profil tank
2. Pompa air (DAP/Pompa submersible)
3. Pipa PVC ½”
4. Sambungan pipa PVC ½” (Elbow ½” dll)
5. Klem pipa PVC ½” (bahan besi/plastic)
6. Stick Dripper 360 Circle
7. Selang PE 7 mm
8. Skrup ficher 2 cm/paku 3 cm
9. Stop kran ½”
10. Bor listrik
11. Bor obeng
12. Mata bor besi 6 mm



Baca jugaTutorial Memasang Instalasi Sistem Fertigasi Hidroponik Tanaman Gantung


Selanjutnya akan dipaparkan bagaimana cara kerja sistem fertigasi pada tanaman gantung di sekolah sesuai kondisi yang Supervba dapati.

1. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari

Penyiraman tanaman bunga gantung dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Penyiraman pada pagi hari dilakukan sebelum jam 07.00. Mengapa? Ini dilakukan karena biasanya profil tank saat itu terisi penuh. Sehingga tanpa dibantu pompa DAP pun sudah mampu menaikkan air setinggi 2 meter dan menyalurkannya ke semua pot tanaman bunga gantung dengan baik.

2. Air mengalir dari Stick Dripper

Air dari profil tank akan mulai mengalir ke sistem fertigasi tanaman gantung setelah stop kran sistem dibuka. Air akan mengalir melalui pipa-pipa pvc. Air diteruskan oleh Selang PE 7 mm dan keluar melalui celah-celah Stick Dripper. Jumlah tetesan air untuk tiap pot diatur supaya tidak berlebihan dan semua tanaman memperoleh air yang merata.

Di sini Supervba menggunakan Stick Dripper 360 Circle karena bersifat adjustable yaitu driper yang bisa diatur jumlah tetesannya (volume airnya). Caranya sangat mudah hanya dengan memutar kepala stick dripper ke kanan untuk memperkecil dan ke kiri untuk memperbesar. Supervba sangat menganjurkan kamu menggunakan model ini walaupun harganya lebih mahal dari yang biasa.

Stick Dripper 360 Circle pada Sistem Fertigasi Tanaman gantung
Stick Dripper 360 Circle pada Sistem Fertigasi Tanaman Bunga gantung

3. Penyiraman menggunakan daya dorong pompa DAP

Pada saat profil tank tidak penuh bisa saja air tidak mengalir ke semua pot tanaman. Sehingga perlu menggunakan pompa DAP sebagai bantuan.

4. Menggunakan Stop Kran

Untuk mengatur kapan memulai dan mengakhiri penyiraman maka dipasangi stop kran. Stop kran ini juga berfungsi menghindari supaya tanaman tidak tersirami terus menerus. Juga supaya aliran air lain tidak terganggu sehingga perlu buka-tutup stop kran.



Selain hal-hal di atas, berikut beberapa fakta lapangan terkait pemasangan Sistem fertigasi Bunga Gantung yang Supervba dapati di lokasi.

1. Sumber air/Tandon

Tandon yang digunakan berupa profil tank dengan kapasitas 1.100 liter. Tandon ini diletakkan pada lokasi dengan tinggi 1,3 meter. Saat penuh, tinggi air mencapai 2,5 meter (termasuk tinggi 1,3 meter tadi).

2. Posisi Pompa DAP jauh

Posisi pompa DAP terbilang jauh di belakang sekolah, samping WC. DAP diletakkan di tempat yang aman dari hujan di rumah DAP. Jika menghitung Panjang pipa yang menghubungkan DAP dengan sistem fertigasi maka jarak DAP dengan sistem fertigasi ini sekitar 22 meter. Ya, sangat jauh.

Walaupun posisi tandon dan pompa DAP jauh dengan Sistem Fertigasi tanaman gantung namun penyiraman bunga gantung secara otomatis berhasil dilakukan. Jadi, jika ada kendala saat kamu mencoba menerapkan sistem ini maka jangan menyerah dulu sebelum mencoba!

Untuk video dokumentasi penyiraman bunga gantung dengan sistem fertigasi Hidroponik akan dilampirkan di bawah sini namun menyusul ya sobat karena sementara di-edit dulu...

Video Dokumentasi Penyiraman Tanaman Gantung dengan Sistem Fertigasi Hidroponik

(cooming soon..)

Begitulah info unik dan keren mengenai tanaman gantung yang bukan tanaman Hidroponik tapi disiram secara otomatis menggunakan sistem Fertigasi Hidroponik. Semoga bermanfaat.

Printer

3R

Teknologi